Kamis, 06 Juli 2017

Sering dengar kata “darah kotor” ???

Istilah penyakit bagi awam terkadang malah bikin bingung, salah kaprah, bahkan seringkali pemerhati  dunia medis perlu untuk meluruskan dan perlu memberi edukasi tambahan agar ke-salahkaprahan itu tidak berlarut-larut.

Termasuk mengenai darah kotor, awam seringkali mengidentikkan dengan gejala-gejala yang muncul, misalnya bisul, gatal-gatal, jerawat dll. Tentu kita tak seratus persen menyalahkan awam, sebab istilah itu muncul berdasar dari gejala yang dialaminya.

Padahal, dalam dunia kedokteran, darah tidak ada yang kotor. Semua darah bersih dan dapat digunakan dengan baik. Memang, ada darah yang mengandung banyak CO2 (karbon dioksida, hasil dari metabolisme tubuh) dan sedikit O2 (oksigen), biasanya darah yang berada dalam pembuluh darah balik. Dalam dunia medis, darah ini harus melalui proses pembersihan sebelum digunakan untuk metabolisme kembali.
Artinya proses pembersihan ini bukan berarti darah itu kotor, tetapi darah tersebut harus dibebaskan dari CO2 dan harus diisi O2.

Ilustrasi pembersihannya kurang lebih seperti ini, setelah menyuplai beragam zat ke seluruh tubuh, darah kemudian balik ke jantung. Darah yang mengandung banyak CO2 kemudian masuk ke dalam bilik kanan jantung, kemudian dipompa ke paru-paru. Di paru-paru, darah tersebut disaring, CO2 dikeluarkan lewat napas yang keluar dan diisi O2.

Setelah itu, darah akan masuk ke bilik kiri jantung dan dipompa ke ginjal. Di ginjal darah dibersihkan lagi dari kandungan racun, seperti kreatinin. Setelah dibersihkan, darah akan menyebar ke seluruh bagian tubuh.
Namun, bila terjadi masalah pada jantung, paru-paru, dan ginjal, kebersihan darah sangat mungkin terganggu. Dalam situasi seperti ini, bisa saja darah menjadi kotor. Misalnya, kebocoran pada jantung bisa menyebabkan tercampurnya darah yang belum dibersihkan dengan darah yang sudah bersih, TBC bisa menyebabkan kadar CO2 menumpuk, dan gagal ginjal bisa menyebabkan zat racun menetap di dalam darah. Tak heran bila orang berpenyakit paru yang sudah kronis, kadar CO2-nya sangat tinggi.

Dan kembali pada anggapan darah kotor seperti yang dibayangkan oleh awam, dengan sering mengidentikkan darah kotor yang menyebabkan bisul, jerawat, atau yang lainnya, itu tidaklah demikian.
Tumbuhnya bisul atau jerawat bukan karena darah kotor, melainkan karena kulit yang bermasalah. Misalnya, infeksi kelenjar minyak pada kulit, yang akhirnya membuat kuman masuk ke dalam dan timbullah bisul atau yang lainnya, atau juga karena alergi.

intinya, jika ada yang sedang mengalami bisul atau jerawat yang parah, setelah mengetahui apa sebenarnya pengertian dari darah kotor itu, jangan bilang lagi kalau sedang mengalami darah kotor.


INGAT !!!
SEMUA BISA DIBANTU PEMULIHANNYA DENGAN MELAKUKAN TERAPI OZONE

Segera datang dan konsultasikan penyakit anda di klinik kami, Komp. Lumbung Rezeki Blok D No.1 JL. Sultan Abdurrahman (Depan Komp. Sulaiman) Nagoya – Batam. Telp/Fax. (+62-778) 452 568 atau HP. 082122930500 / 083184031232
 




 
 

0 komentar:

Posting Komentar